Selasa, 04 April 2017

Pemanfaatan tembakau limbah putung rokok sebagi antifeedant



ABSTRAK
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat perokok terbesar didunia. Banyak orang yang membuang limbah putung rokok sembarangan padahal limbah ini mengandung senyawa-senyawa beracun yang dapat larut dengan air sehingga dapat mencemari sumber air. Senyawa-senyawa tersebut yaitu persenyawaan golongan nitrogen, karbohidrat, asam organik, resin, minyak atsiri dan zat warma.  Salah satu zat aktif yang terdapat dalam tembakau adalah nikotin,  yang merupakan senyawa organik spesifik yang terkandung dalam daun tembakau. Apabila diisap senyawa ini akan menimbulkan rang-sangan psikologis bagi perokok dan mem-buatnya menjadi ketagihan. Dalam asap, nikotin berpengaruh terhadap beratnya ra-sa isap. Semakin tinggi kadar nikotin rasa isapnya semakin berat, sebaliknya temba-kau yang berkadar nikotin rendah rasanya enteng (hambar). Senyawa-senyawa tersebut dapat digunakan sebagai bahan Antifeedant oleh para petani untuk mengusir hama pada tanaman. Antifeedant berfungsi untuk menurunkan untuk menhentikan proses makan suatu hewan. Untuk menguji aktifitas antifeedant, tembakau limbah putung rokok diekstraksi dengan menggunakan metanol untuk menyari zat-zat organik didalam tembakau limbah putung rokok. Ekstrak kental tembakau kemudian dibuat konsentrasi 1%, 3&, 5%, 7%, 10%, dan 25% dengan  menggunakan pelarut air. Sebagai simulasi digunakan salah satu hama pascapanen yaitu larva Tenebrio molitor yang diujikan aktifitas makannya terhadap tanaman kubis. Hasilnya menunjukan adanya kecendrungan semakin meninggkatnya konsentrasi larutan ektrak tembakau maka % makan dari larva Tenebrio molitor makin menurun. Aktifitas penurunan makan larva Tenebrio molitor terbesar ditunjukan pada konsentrasi 10% dan 25% dengan masing-masing % makan yaitu 62,5% dan 54,7%. Hal ini menunjukan semakin pekat konsentrasi ekstrak tembakau maka penurunan aktifitas makan larva Tenebrio molitor makin besar karena banyaknya senyawa-senyawa aktif dalam larutan memepengaruhi sifat makan larva Tenebrio molitor.