ABSTRAK
Indonesia
merupakan salah satu negara dengan tingkat perokok terbesar didunia. Banyak
orang yang membuang limbah putung rokok sembarangan padahal limbah ini
mengandung senyawa-senyawa beracun yang dapat larut dengan air sehingga dapat
mencemari sumber air. Senyawa-senyawa tersebut yaitu persenyawaan golongan
nitrogen, karbohidrat, asam organik, resin, minyak atsiri dan zat warma. Salah satu zat aktif yang terdapat dalam
tembakau adalah nikotin, yang merupakan
senyawa organik spesifik yang terkandung dalam daun tembakau. Apabila diisap
senyawa ini akan menimbulkan rang-sangan psikologis bagi perokok dan
mem-buatnya menjadi ketagihan. Dalam asap, nikotin berpengaruh terhadap
beratnya ra-sa isap. Semakin tinggi kadar nikotin rasa isapnya semakin berat,
sebaliknya temba-kau yang berkadar nikotin rendah rasanya enteng (hambar). Senyawa-senyawa
tersebut dapat digunakan sebagai bahan Antifeedant oleh para petani untuk
mengusir hama pada tanaman. Antifeedant berfungsi untuk menurunkan untuk
menhentikan proses makan suatu hewan. Untuk menguji aktifitas antifeedant,
tembakau limbah putung rokok diekstraksi dengan menggunakan metanol untuk
menyari zat-zat organik didalam tembakau limbah putung rokok. Ekstrak kental
tembakau kemudian dibuat konsentrasi 1%, 3&, 5%, 7%, 10%, dan 25% dengan menggunakan pelarut air. Sebagai simulasi
digunakan salah satu hama pascapanen yaitu larva Tenebrio
molitor yang diujikan aktifitas makannya terhadap tanaman kubis. Hasilnya menunjukan adanya
kecendrungan semakin meninggkatnya konsentrasi larutan ektrak tembakau maka %
makan dari larva Tenebrio molitor makin
menurun. Aktifitas penurunan makan larva
Tenebrio molitor terbesar ditunjukan pada konsentrasi 10% dan 25% dengan
masing-masing % makan yaitu 62,5% dan 54,7%. Hal ini menunjukan semakin pekat
konsentrasi ekstrak tembakau maka penurunan aktifitas makan larva Tenebrio molitor makin besar karena
banyaknya senyawa-senyawa aktif dalam larutan memepengaruhi sifat makan larva Tenebrio molitor.